Senin, 24 Juli 2017

Menulis Adalah Hobby Ku :)

Assalamualaikum.WR.WB

Berbicara tentang hobby, bahwa hobby ku adalah menulis, baik dalam menulis karangan , menulis puisi, yang intinya adalah tulis menulis baik itu sastra maupun non-sastra. Aku selalu menulis tentang pengalaman yang telah saya lalui. Mulai dari kisah-kisah yang senang bahkan menyedihkan. Saya selalu menulis tentang hal persahabatan. Kenapa saya senang menulis tentang persahabatan ? Menurut ku persahabatan adalah keluarga kedua kita setelah keluraga di rumah.

Sahabat,sahabat adaalah ia yang selalu berada di samping kita dalam keadaan apapun. Di yang selalu memberikan kebahagiaan setiap harinya. Dikala kita sedih, ia selalu menghibur kita, dikala kita senang, ia selalu mensupport tanpa henti, di kala kita susah ia selalu ada membantu kita.
Kali ini saya akan menulis tentang kisah persahaabatan ku selama duduk di bangku SMP. Inilah kisahku :)

Saat aku duduk di bangku SMP tepatnya kelas VII-B saya menemukan teman yang sangat luar biasa, mereka adalah Bunga,Fera,Rosleni,dan Nuryanti. Aku benar-benar baru mersakan hal yang sangat luar biasa dalam sebuah pertemanan. Dalam satu tahun kelas VII kita selalu bersama dalam segala hal yang positif.

Ketika kita naik kelas ke kelas VIII, tiba-tiba kelas itu di acak, akhirnya Nuryanti pisah dengan kia, Nuryanti menjadi kelas VIII-A. akhirnya kita tinggal lah ber-empat. Saat kelas VIII berlangsung kami selalu ber-empat dalam segala kegiatan baik itu ekstrakulikuler, kegiatan kelompok bahkan bermain. Teman-teman sekelasku bilang kita itu seperti ban mobil kemana-mana selalu bersama. Ya kita hanya bisa tersenyum mendengarnya. Hari demi hari kita merasa lebih dekat bahkan  ke orangtua pun sudah saling mengenal satu sama lain. Suatu hari diberi tugas untuk mengerjakan sebuah karya wirausaha yaitu membuat keset, kami menentukan kelompok yang harusnyaa satu kelompok bertiga kita komplen ke guru yang bersangkutan bahwa kita ingin ber-empat, dari sanalah  semua guru mengetahui keakrabaan kita ber-empat, dan dari sanalah juga kita memulai membentuk sebuah persahabatan dengan nama BDFR. 

Berbicara tentang nama itu kita rangkai mulai dari no absen,abjad huruf,teman sebangku, tanggal lahir dan tahun lahir, dan terbentuklah sebuah nama BDFR.
Naik ke kelas IX Alhamdulillah kita masih satu kelas. Dari sini kami mulai lebih dekat lagi komunikasi makin di pererat. Ketika kita memasuki semester kedua kita baru pertama kali mempunyai masalah dengan teman sekelas gara-gara kita harus pisah kelompok, kita tidak menyetujuinya dan yang akhirnya teman ku mengadu ke wali kelas, dan akhirnya kita pisah kelompok, dan kita bermasalah dengan teman. 
Teman ku bertanya kenapa gara-gara masalah kelompok jadi bermasalah seperti ini, kita hanya bisa tersenyum dan berkata “kita adalah sahabat yang gak bisa dipisahkan” teman ku lalu meminta maaf dan mengemballikan kita lagi menjadi ber-empat. Tapi kita menolaknya sudah terlanju juga mempersiapkan bahannya.

Disaat kesibukan mulai mengganggu kita sering belajar privat, karena kita mempunyai prinsip hidup yang hamper bersamaan yaitu menjadi seseorang yang sukes di usia muda, maka dari itu kita rajin daan tekun dalam belajar. Perbedaan dan kelemahan yang kita miliki kita jadikan juga sebagai kelebihan yang kita miliki dalam sebuah persahabatan.

Dimulai dengan Ujian-ujian yang sangat membingungkan kita masih bisa tetap bersama, melalui berbagai kegiatan. Ketika di beritahukannya akan di bagikan ruangan kita masih tidak yakin akan satu ruangan saat melaksanakan ujian-ujian kita terus berdoa agar selalu di persamakan, dan akhirnya kita ujian dalam ruangan yang sama.

Jelang terakhir UP (ujian praktek) sahabat kita yang satu yaitu Rosleni, mengalami sakit. Pada saat itu kami disekolah hanya bertiga, temen pun bilang kita mirip ban bajaj karena bertiga. Setiap guru yang masuk dan melihat kita hanya bertiga, guru pun bertanya “kemana sahabat mu yang satu ? kenapa Cuma bertiga ?” kita hanya bisa menjawab dengan sedih nya “dia sakit bu, insya Allah bu, nanti kita kumplit seperti sedia kala “ guru pun hanya memberikan senyuman.

Ujian praktek telah terlewati Alhamdulillah sahabat yang satu telah kembali pulih dan bisa melaksanakan Ujian Sekolah. Ujian sekolah yang hanya berjalan enam hari, Alhamdulillah kita masih bisa bersama. Hari jumat tiba-tiba kita mendengar kabar bahwa Rosleni masuk ke Rumah sakit.

Hari Sabtu kita diberi kabar kembali oleh orangtua Rosleni bahwa Rosleni masuk Ruangan ICU, dan kita berencana hari minggu akan menjenguk ke RSUD, sayangnya kita tidak di beri izin oleh orangtua kita dan akhirnya rencana untuk besuk ke RS tidak jadi.

Hari Minggu, kita di beri kabar kemabali bahwa Rosleni sudah tak sadarkan diri. Kita hanya bisa berdoa dan menangis pada saat itu karena tidak bisa menjenguk bahkan ada berada disampingnya saat itu. Hanya berdoa yang dapat kita panjatkan.

Hari senin tepatnya tanggal 07 April 2014 saat aku berjalan menuju gerbang masuk sekolah. Di sebrang sana terlihat Bunga yang raut wajah yang sangat sedih aku menghampiri Bunga sambil berkata “Bung Gimana hari sabtu jadi besuk ?” tiba-tiba bunga meneteskan air matanya dan berkata “Deas,, cob abaca in isms dari Mamah Rosleni”. Akhirnya aku membaca dan dalam SMA itu terdapat sebuah berita yang berisi “Bunga Rosleni telah meninggal pukul 05.00 pagi tadi, sekarang jenazah lagi dalam perjalanan pulang”. Semenjak mendengar berita seperti itu aku hanya bisa menangis dan menyalahkan diri sendiri, rasa menyesal yang sangat mendalam, tidak bisa melihat wajahnya untuk terakhir kalinya. Kita memberitahu semua teman-teman sekelas ku dan mereka pun menangis lalu memelukku erat. Menahan rasa kecewa tidak bisa maka tangis lah yang bisa kita lalukan.

Bapak ibu guru menghampiri kita semua dan bertanya “kenapa kalian tidak melalukan upacara ? malah nangis di kelas kaya gini ?” teman ku menajawabnya ?”pak Rosleni meninggal dunia tadi pagi pak makanya kita semua tidak melakukan upacara”. Dan akhirnya kita semua diperbolehkan diam dikelas.

Pukul 08.00 kami berangkat untuk menglayad jenazah. Pada saat itu kita BDF berlari tanpa menunggu teman yang lainnya karena kita merasa menyesal tidak ada disampingnya. Sesampai di depan rumahnya kita sadar tak sadar dengan apa yang terjadi sekarang. Ketika melihat sudah banyak orang berdatangan dan ada bendera kuning dan ambulance di depan rumahnya. Air mata tak bisa kita bendung hanya tangis dan tangis sadar tak sadar tak menyangka kehilangan orang yang kita sayangi. Akhirnya kita dipersilahkan masuk ke dalam rumah dan terbentang jenazah seorang sahabat BDF memeluk erat jenazah tanpa henti kita melihat wajah orangtuanya yang sangat kehilangan. Kita peluk orangtuanya, dan menegarkannya.

Akhirnya kita ikut ke pemakaman, dan melihat jenazahnya masuk kedalam liang lahan dan itu lah akhir kita melihat jasad seorang sahabat yang kita sayangi. Dan alhamduillah sampai saat ini BDF masih berkomunikasi dan menziarahi makamnya seorang sahabat.


ROSLENI, DEASY, FERA, BUNGA
By : Deasy Natalia Syari  

Terimakasih Wassalamualaikum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar