Assalamualaikum.WR.WB
Berbicara tentang hobby, bahwa hobby ku adalah
menulis, baik dalam menulis karangan , menulis puisi, yang intinya adalah tulis
menulis baik itu sastra maupun non-sastra. Aku selalu menulis tentang
pengalaman yang telah saya lalui. Mulai dari kisah-kisah yang senang bahkan
menyedihkan. Saya selalu menulis tentang hal persahabatan. Kenapa saya senang
menulis tentang persahabatan ? Menurut ku persahabatan adalah keluarga kedua
kita setelah keluraga di rumah.
Sahabat,sahabat adaalah ia yang selalu berada di
samping kita dalam keadaan apapun. Di yang selalu memberikan kebahagiaan setiap
harinya. Dikala kita sedih, ia selalu menghibur kita, dikala kita senang, ia
selalu mensupport tanpa henti, di kala kita susah ia selalu ada membantu kita.
Kali ini saya akan menulis tentang kisah
persahaabatan ku selama duduk di bangku SMP. Inilah kisahku :)
Saat aku duduk di bangku SMP tepatnya kelas VII-B
saya menemukan teman yang sangat luar biasa, mereka adalah
Bunga,Fera,Rosleni,dan Nuryanti. Aku benar-benar baru mersakan hal yang sangat
luar biasa dalam sebuah pertemanan. Dalam satu tahun kelas VII kita selalu
bersama dalam segala hal yang positif.
Ketika kita naik kelas ke kelas VIII, tiba-tiba
kelas itu di acak, akhirnya Nuryanti pisah dengan kia, Nuryanti menjadi kelas
VIII-A. akhirnya kita tinggal lah ber-empat. Saat kelas VIII berlangsung kami
selalu ber-empat dalam segala kegiatan baik itu ekstrakulikuler, kegiatan
kelompok bahkan bermain. Teman-teman sekelasku bilang kita itu seperti ban mobil
kemana-mana selalu bersama. Ya kita hanya bisa tersenyum mendengarnya. Hari
demi hari kita merasa lebih dekat bahkan
ke orangtua pun sudah saling mengenal satu sama lain. Suatu hari diberi
tugas untuk mengerjakan sebuah karya wirausaha yaitu membuat keset, kami
menentukan kelompok yang harusnyaa satu kelompok bertiga kita komplen ke guru yang
bersangkutan bahwa kita ingin ber-empat, dari sanalah semua guru mengetahui keakrabaan kita
ber-empat, dan dari sanalah juga kita memulai membentuk sebuah persahabatan
dengan nama BDFR.
Berbicara tentang nama itu kita rangkai mulai dari no
absen,abjad huruf,teman sebangku, tanggal lahir dan tahun lahir, dan
terbentuklah sebuah nama BDFR.
Naik ke kelas IX Alhamdulillah kita masih satu
kelas. Dari sini kami mulai lebih dekat lagi komunikasi makin di pererat.
Ketika kita memasuki semester kedua kita baru pertama kali mempunyai masalah
dengan teman sekelas gara-gara kita harus pisah kelompok, kita tidak
menyetujuinya dan yang akhirnya teman ku mengadu ke wali kelas, dan akhirnya
kita pisah kelompok, dan kita bermasalah dengan teman.
Teman ku bertanya kenapa
gara-gara masalah kelompok jadi bermasalah seperti ini, kita hanya bisa
tersenyum dan berkata “kita adalah sahabat yang gak bisa dipisahkan” teman ku
lalu meminta maaf dan mengemballikan kita lagi menjadi ber-empat. Tapi kita
menolaknya sudah terlanju juga mempersiapkan bahannya.
Disaat kesibukan mulai mengganggu kita sering
belajar privat, karena kita mempunyai prinsip hidup yang hamper bersamaan yaitu
menjadi seseorang yang sukes di usia muda, maka dari itu kita rajin daan tekun
dalam belajar. Perbedaan dan kelemahan yang kita miliki kita jadikan juga
sebagai kelebihan yang kita miliki dalam sebuah persahabatan.
Dimulai dengan Ujian-ujian yang sangat membingungkan
kita masih bisa tetap bersama, melalui berbagai kegiatan. Ketika di
beritahukannya akan di bagikan ruangan kita masih tidak yakin akan satu ruangan
saat melaksanakan ujian-ujian kita terus berdoa agar selalu di persamakan, dan
akhirnya kita ujian dalam ruangan yang sama.
Jelang terakhir UP (ujian praktek) sahabat kita yang
satu yaitu Rosleni, mengalami sakit. Pada saat itu kami disekolah hanya
bertiga, temen pun bilang kita mirip ban bajaj karena bertiga. Setiap guru yang
masuk dan melihat kita hanya bertiga, guru pun bertanya “kemana sahabat mu yang
satu ? kenapa Cuma bertiga ?” kita hanya bisa menjawab dengan sedih nya “dia
sakit bu, insya Allah bu, nanti kita kumplit seperti sedia kala “ guru pun
hanya memberikan senyuman.
Ujian praktek telah terlewati Alhamdulillah sahabat
yang satu telah kembali pulih dan bisa melaksanakan Ujian Sekolah. Ujian
sekolah yang hanya berjalan enam hari, Alhamdulillah kita masih bisa bersama.
Hari jumat tiba-tiba kita mendengar kabar bahwa Rosleni masuk ke Rumah sakit.
Hari Sabtu kita diberi kabar kembali oleh orangtua
Rosleni bahwa Rosleni masuk Ruangan ICU, dan kita berencana hari minggu akan
menjenguk ke RSUD, sayangnya kita tidak di beri izin oleh orangtua kita dan
akhirnya rencana untuk besuk ke RS tidak jadi.
Hari Minggu, kita di beri kabar kemabali bahwa
Rosleni sudah tak sadarkan diri. Kita hanya bisa berdoa dan menangis pada saat
itu karena tidak bisa menjenguk bahkan ada berada disampingnya saat itu. Hanya berdoa
yang dapat kita panjatkan.
Hari senin tepatnya tanggal 07 April 2014 saat aku
berjalan menuju gerbang masuk sekolah. Di sebrang sana terlihat Bunga yang raut
wajah yang sangat sedih aku menghampiri Bunga sambil berkata “Bung Gimana hari
sabtu jadi besuk ?” tiba-tiba bunga meneteskan air matanya dan berkata “Deas,, cob
abaca in isms dari Mamah Rosleni”. Akhirnya aku membaca dan dalam SMA itu
terdapat sebuah berita yang berisi “Bunga Rosleni telah meninggal pukul 05.00
pagi tadi, sekarang jenazah lagi dalam perjalanan pulang”. Semenjak mendengar
berita seperti itu aku hanya bisa menangis dan menyalahkan diri sendiri, rasa
menyesal yang sangat mendalam, tidak bisa melihat wajahnya untuk terakhir
kalinya. Kita memberitahu semua teman-teman sekelas ku dan mereka pun menangis
lalu memelukku erat. Menahan rasa kecewa tidak bisa maka tangis lah yang bisa
kita lalukan.
Bapak ibu guru menghampiri kita semua dan bertanya “kenapa
kalian tidak melalukan upacara ? malah nangis di kelas kaya gini ?” teman ku
menajawabnya ?”pak Rosleni meninggal dunia tadi pagi pak makanya kita semua
tidak melakukan upacara”. Dan akhirnya kita semua diperbolehkan diam dikelas.
Pukul 08.00 kami berangkat untuk menglayad jenazah. Pada
saat itu kita BDF berlari tanpa menunggu teman yang lainnya karena kita merasa
menyesal tidak ada disampingnya. Sesampai di depan rumahnya kita sadar tak
sadar dengan apa yang terjadi sekarang. Ketika melihat sudah banyak orang
berdatangan dan ada bendera kuning dan ambulance di depan rumahnya. Air mata
tak bisa kita bendung hanya tangis dan tangis sadar tak sadar tak menyangka
kehilangan orang yang kita sayangi. Akhirnya kita dipersilahkan masuk ke dalam
rumah dan terbentang jenazah seorang sahabat BDF memeluk erat jenazah tanpa
henti kita melihat wajah orangtuanya yang sangat kehilangan. Kita peluk
orangtuanya, dan menegarkannya.
ROSLENI, DEASY, FERA, BUNGA
By
: Deasy Natalia Syari
Terimakasih Wassalamualaikum
